Pria Rancang Pembunuhan Pangeran George Dipenjara Seumur Hidup

Katuju.id - Seorang pria Inggris pendukung ISISyang berencana membunuh Pangeran George, 4 tahun, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Husnain Rashid dari Nelson di Lancashire, Inggris utara, akan menghabiskan hidupnya di dalam penjara sedikitnya selama 25 tahun. Selama persidangannya pada Jumat, 13 Juli 2018, dia mengaku merancang pembunuhan terhadap ahli waris kerajaan Inggris itu.

Juri di Pengadilan Woolwich Crown turut mendengarkan bagaimana pria berusia 32 tahun itu menggunakan media sosial Telegram pada Oktober lalu guna mendapatkan dukungan untuk menyerang Pangeran George, anak sulung pasangan Pangeran William dan Kate Middleton.

Rashid bahkan sempat mengunggah foto pangeran George saat berada di sekolah serta menggunakan teknik 'super impose' untuk membuat bayangan dua milisi bertopeng pada foto tersebut. 

Hakim Andrew Lees, yang menjatuhi hukuman terhadap Rashid mengatakan, pesan terdakwa itu jelas karena memberikan secara detail nama dan alamat sekolah Pangeran George.

"Anda turut mengunggah gambar sekolah Pangeran George dan arahan atau ancaman yang menyatakan Pangeran George serta anggota keluarga Kerajaan lain harus dilihat berpotensi menjadi sasaran serangan," katanya, seperti dilansir Independent pada 13 Juli 2018.

Selain tuduhan itu, Pengadilan Woolwich Crown juga mendengarkan pesan-pesan yang diunggah terdakwa yang isinya mengagungkan serangan teror dan bercita-cita untuk pergi ke Suriah agar dapat berperang bersama ISIS. Rashid juga menerbitkan sebuah majalah yang berisi saran untuk menyerang Piala Dunia 2018 di Rusia dengan kendaraan, senjata, atau bom.

Pendukung ISIS yang bekerja sebagai guru agama di masjid Muhammadi di Nelson, Lancashire, membuat saluran Telegram "produktif" bernama Lone Mujahid. Saluran itu berisi konten seperti cara-cara membuat bom Molotov, napalm dan saran meracuni es krim supermarket serta buah dengan sianida.

Sebelumnya ISIS disebut memiliki rencana rahasia untuk menembak Pangeran George saat berada di luar lingkungan kerajaan Inggris, seperti dilaporkan National Enquirer. Rencana itu kemudian terbongkar.

sumber: https://dunia.tempo.co/