Perubahan Kurikulum Pendidikan, Kadisdik ; Semua Daerah Mesti Dilibatkan

Katuju.id - Sekitar 3 bulanan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim berencana ingin mengubah dan menerapkan kurikulum pendidikan yang fleksibel untuk Indonesia.

Di mana naskah pidato Nadiem saat peringatan Hari Guru Nasional (HGN) sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan. Adapun naskah dua halaman tersebut membeberkan sederet problem sistem pendidikan mulai dari guru, kurikulum hingga birokrasi.

Sayangnya, Mas Menteri sebutan Nadiem Makarim tersebut tidak merincikan secara detail sistem pendidikan fleksibel tersebut di dalam naskahnya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, Anwar Sanusi mengatakan terkait persoalan ini pihaknya masih menunggu keputusan dari menteri untuk kedepannya.

"Jelasnya, kami menunggu saja mau nya pak Menteri. Kedua perlu adanya rembug antara guru untuk memberikan masukan terkait adanya perubahan kurikulum," kata Anwar.

Dia juga menyampaikan, jika ada perubahan kurikulum, untuk SMK khususnya harus diubah 30 persen akademik dan 70 persen prakteknya. "Yang benar jangan dibalik 70 persen akademiknya dan 30 prakteknya. Karena berdasarkan riset di lapangan pelajar lebih meminta perbanyak praktek ketimbang akademik," bebernya.

Lebih jauh Anwar berharap lebih banyak disiapkan sarana praktek diperbanyak untuk pelajar. Dan, adanya perubahan kurikulum memberikan perubahan baik.

Bagaimana bisa menjadi jembatan antara anak murid dan guru bahkan menjadi link and match antara sekolah dengan dunia industri.

"Rencananya besok (Rabu,red) pihak Disdikbud Kaltim akan memenuhi panggilan Kemendikbud guna membahas persoalan ini lebih lanjut," ungkap Anwar.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.