Puluhan Komunitas di Purwakarta Galang Dana bagi Korban Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Katuju.id - Puluhan komunitas dari berbagai macam penghobi di Purwakarta menggalang dana untuk meringankan beban para korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Mengatasnamakan Purwakarta untuk Sulawesi Tengah, para anak muda itu menggalang dana di depan Pasar Jumat, Jalan Sudirman, Nagri Kaler, Purwakarta pada Kamis (4/10/2018).
Koordinator kegiatan, Ali Nopel Magad mengatakan kegiatan tersebut adalah bagian dari rasa simpati pihaknya akan bencana alam yang terjadi pada Jumat (28/9/2018).

"Kami tergerak melakukan aksi sosial ini karena bencana alam yang menimpa Sulawesi Tengah, yang kini telah memakan korban jiwa lebih dari 1400 orang," kata Ali disela kegiatan penggalangan dana.

Ia menyebutkan setidaknya ada 70 komunitas yang tergabung dalam aksi Purwakarta untuk Sulawesi Tengah itu. Mulai dari komunitas otomotif, fotografi, penghobi hewan, hingga ojek online berkumpul di sisi jalan sambil diiringi lagu dari komunitas pemusik.

Sambil membawa kardus bekas bertuliskan 'Penggalangan dana bencana alam Purwakarta untuk Sulawesi Tengah', anggota komunitas itu berjajar meminta dana kepada pengguna jalan.

Tidak hanya satu kali, kegiatan pengumpulan dana bantuan dari masyarakat Purwakarta itu akan dilakukan sebanyak tiga kali.

Aksi pertama dilakukan di Pasar Jumat pada Kamis (4/10/2018), aksi kedua akan digelar di pada Sabtu (6/10/2018) siang di sekitar Pasar Rebo, Nagri Kidul, Purwakarta.
Ali menyebutkan aksi penggalangan dana terakhir dilaksanakan pada malamnya, di area acara Wisata Kuliner Purwakarta, KK Singawinata, Nagri Tengah.

"Kami enggak ada target, pokonya sebanyak-banyaknya saja. Hari ini saja telah lebih dari Rp 5 juta kami dapat," ucap dia.

Nantinya, dana yang terkumpul itu disalurkan melalui lembaga kemanusiaan yang kredibel, salah satunya ialah ACT (Aksi Cepat Tanggap).

Meski berasal dari puluhan komunitas, pada penyaluran itu semuanya setuju mengatasnamakan Purwakarta untuk Sulawesi Tengah.

"Nantinya bantuan ini atas nama 'Purwakarta untuk Sulteng', bendera dari berbagai komunitas disatukan di nama tersebut," ujar Ali tegas.

sumber: http://jabar.tribunnews.com