Lebih Dekat Dengan Komunitas Reptil Samarinda

katuju.id-Sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa reptil, seperti Ular, Buaya, Biawak, dan Iguana adalah hewan yang menakutkan dan berbahaya. Padahal, hewan tadi tergolong reptil yang memiliki sifat pemalu dan dapat dijadikan “Sahabat”. Contoh seperti para anggota pecinta reptil yang tergabung dalam Komunitas Samarinda Reptil.

“Sebenarnya ular yang takut sama manusia. Mereka hanya menggigit ketika merasa takut, terancam, atau tersakiti,” Ujar Korlab Samarinda Reptil Aris Sandoko.

Samarinda Reptil ini sudah berdiri sejak tahun 2015 silam. Didalamnya sudah terdapat 50 orang pecinta reptil, biasanya komunitas ini selalu mengadakan gathering setiap minggu sore di Tepian depan Kantor Gubernur. Terlepas itu, Samarinda Reptil ini juga ternyata selain mengisi pameran, juga kerap diundang untuk memberikan edukasi kepada anak didik Taman Kanak-Kanak (TK) atau beberapa sekolah lainnya yang ada di Samarinda.

“Awalnya dulu ada satu komunitas reptil bernama Kopers di tahun 2011, kemudian pecah. Akhirnya ada keinginan agar pencinta reptil ini bisa ngumpul kembali, sehingga terbentuklah kembali komunitas ini dengan nama Samarinda reptil yang merupakan satu-satunya komunitas pencinta reptil yang ada di Samarinda,” ucapnya.

Terlepas dari masalas komunitas, Aris menambahkan kalau perawatan hewan reptil  ternyata tidak ribet, karena seperti ular makannya cukup 2 minggu sekali saja tergantung dari treatment pemiliknya. Sehingga tidak perlu memberi makan atau memandikannya setiap hari, terkecuali yang berkaki empat harus diberi makan setiap hari.

“kita ingin mengedukasi masyarakat dalam tanda kutip memperbaiki image reptil. Selama ini reptil masih menjadi hewan yang menakutkan bagi masyarakat. Nah kita ingin mengubah image itu. Jadi kita lebih mendekatkan reptil ke masyarakat,” Pungkas Aris.


Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.