Hadir di PRS, BKS Angkat Roaster Lokal dan Gelar Lomba Seduh Kopi

Katuju.id-Hadir di ajang Pekan Raya Samarinda (PRS) tahun 2019, anak-anak dari komunitas kopi ingin lebih  mengenalkan salah satu komoditas unggulan bangsa ini ke khalayak luas. Tergabung dalam Bubuhan Kopi Samarinda (BKS), sejak berdiri 2014 silam, komunitas yang diisi para pelaku usaha hingga penikmat kopi ini, terbilang mampu mengangkat pamor minuman berkafein ini di kalangan milenial.

“Di PRS kali ini kami lebih menonjolkan teman-teman roaster Samarinda, maksudnya agar masyarakat tahu bahwa di sini juga ada penyangrai kopi berkualitas. Kalau misalnya ada yang butuh biji kopi, nggak usah jauh-jauh pesan online dari luar, di sini juga ada dan nggak kalah kok dari penyangrai dari luar,” terang Muhammad Luthfi, Ketua BKS.

Tak dapat dipungkiri, geliat perkopian di Kota Tepian terus berkembang. Saat ini tak sulit rasanya menemukan kedai kopi, baik yang menggunakan mesin espresso atau metode seduh manual. Masyarakat pun perlahan mulai mengenali cita rasa yang ditawarkan minuman berwarna pekat ini dan tidak sedikit yang akhirnya memilih profesi sebagai seorang barista. Selain mereka yang berkecimpung langsung di coffe shop, banyak juga pengopi yang akhirnya memutuskan membeli peralatan seduh sendiri atau lebih dikenal sebagai home brewer/penyeduh rumahan. 

Seiring itu permintaan akan biji kopi pun otomatis meningkat, yang ditandai dengan munculnya roaster-roaster lokal.

“Saat ini sudah ada sekitar tujuh roaster lokal di Samarinda,” terang Lutfhi atau yang akrab disapa Gopek tersebut.

Untuk lebih menyemarakkan kehadiran BKS di event yang berlangsung di GOR Segiri Samarinda ini, digelar juga lomba seduh untuk kawan-kawan barista maupun penyeduh rumahan. Tentu saja ini memancing para penyeduh untuk ramai-ramai mendaftarkan dirinya. Disetting dengan tema Fun Battle Brewing, slot 40 peserta langsung terpenuhi di hari pertama registrasi dibuka. Apalagi hadiah yang disediakan terbilang besar yakni sebesar Rp 1,5 juta.

Gopek menjelaskan sistem kompetisi kali ini dilakukan setiap hari, mulai Selasa (5/2) kemarin, dengan jumlah peserta 8 orang setiap harinya. Nanti dari delapan penyeduh ini akan tersaring dua orang yang akan lanjut ke babak final di hari terakhir PRS. 

Sehingga akan ada 10 finalis yang akan berlaga di babak open service.
Jadi buat kalian yang ingin tahu tentang kopi atau sekadar mendukung temannya yang ikut berlomba, bisa kunjungi langsung stan Komunitas Kopi di lokasi outdoor, dekat dengan panggung utama. Jangan sungkan untuk bertanya dan kali aja bisa dapat biji kopi buah sangrai roastery lokal yang cocok di hati dan lidah Anda.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.