Buka Kantor ke-16, Danamas Luncurkan Pinjaman Produktif ke Pelaku Usaha di Samarinda

Katuju.id - Pesatnya pertumbuhan industri jasa keuangan di era digital serta tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan finansial yang lebih mudah. Membuat fintech peer to peer lending (P2P) lending semakin diminati dan tumbuh kian pesat.

Oleh sebab itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersinergi memperkenalkan fintech lending ke seluruh Tanah Air.

Salah satunya Kota Samarinda yang merupakan kota ke-16. Mengusung acara sosialisasi bertajuk “Fintech Days” dan Fintech Exhibition mulai tanggal 2-5 September di Kota Tepian.

Direktur Utama PT Pasar Dana Pinjaman, Dani Lihardja menuturkan meskipun di Samarinda baru dibuka. Akan tetapi, antusiasme soal dana pinjaman ini sudah mencapai 5.400 pelaku usaha.

Menurut dia, angka tersebut terbilang sangat tinggi diawal pembukaan. “Kebanyakan dari pelaku usaha pulsa dan UKM,” terangnya.

Lebih jauh dipaparkan Dani, untuk melakukan peminjaman di Danamas syarat yang diberikan tidak begitu berat. Seperti contoh untuk UKM cukup berjalan selama 2 tahun sudah bisa mengajukan pinjaman dan sudah menikah. Kemudian bunganya pun terbilang tidak akan membebani pelaku usaha.

“Kalau di Danamas dengan pelaku usaha produktif bunganya murah dengan rata-rata hitungan 2 persen,” ucapnya.

Konsep dasar P2P Lending yakni mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman. Kata dia, hal ini tak dapat dilakukan perusahaan pembiayaan konvensional seperti bank dan perusahaan finance.

“Di P2P, teman kita yang pinjam, kita yang mendanai. Kalau kita datang ke bank, hanya tiga macam produk bank. Yaitu giro, tabungan, dan deposito. Selebihnya bank yang mengurus uang kita. Kalau di P2P, pemodal ini yang akan memilih siapa yang akan dimodalinya,” tutup Dani yang juga Wakil Kepala Executive Pendanaan Produktif.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.