Dua Kandidat Adu Rayu Anggota Dewan, Memperebutkan Kursi Wawali

Katuju.id - Dua nama calon Wawali pengganti alm Nusyirwan Ismail yaitu M Barkati (Partai Demokrat) dan Arif Kurniawan (PKS) sudah berada di tangan Sekretariat DPRD Samarinda.

Kedua kandidat yang diketahui sama-sama kelahiran tahun 1969 tersebut bakal memperebutkan kursi Wawali dan bakal mendampingi Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang sampai setahun kedepan.

Melihat kedua calon yang memiliki latar belakang berbeda, tentunya akan menjadi pertarungan yang bakal memanas. Mengingat pemilihan di dewan akan melalui voting lewat rapat paripurna.

M Barkati yang diketahui saat ini menjabat sebagai ketua Kopasti Samarinda dan merupakan putra asli daerah. Belum lagi pengabdian dirinya sebagai aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkot yang dimulai sebagai tenaga honorer Pemadam Kebakaran pada tahun 2000 dan berhasil diangkat menjadi ASN pada tahun berikutnya setelah mengikuti tes CPNS.

Kemudian tahun 2002 berpindah tugas sebagai pegawai di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) sebagai pengawas tenaga kerja hingga 2011.

Di tahun 2011 diangkat menjadi Kepala Seksi (Kasi) Persidangan di Sekretariat DPRD Samarinda sampai 2014. Dan sejak 2014 sampai sekarang menjabat Kasi Pengawasan dan Pengendalian di DPMPTSP Samarinda.

Tentunya sangat memahami persoalan Kota Samarinda dan lainnya. Mengingat puluhan tahun mengabdi sebagai pegawai dilingkup teras kota.

Majunya, Barkati sebagai salah satu kandidat Wawali tentunya melalui pertimbangan yang tak main-main. Diketahui pria kelahiran Samarinda 9 Januari 1969 itu sudah menyodorkan surat pengunduran dirinya dan siap menanggalkan status ASN ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) per 1 Juli  lalu.

Dijumpai, Barkati yang mengenakan kemeja putih mengatakan untuk status ASN sudah mengundurkan diri dan saat ini sedang di proses. Dan baru menerima surat tanda terima dari BKPPD.

“Saya optimis mereka (Dewan) memilih saya. Karena pengalaman sebagai Kasi di Dewan dan hubungkan kedekatan serta persaudaraan,” ucap Barkati, Kamis (11/7).

Lebih jauh, Barkati mengaku keluarnya dua nama ini. Dirinya mulai melakukan jemput bola bertemu dengan dewan untuk berkomunikasi. Bahkan, jika dia terpilih nantinya akan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh alm Nusyirwan Ismail.

“Saya ngga perlu ada visi misi. Saya hanya melanjutkan saja kekosongan Wawali, kalau saya bawa visi misi sendiri tentunya akan berseberangan dengan Wali Kota,” ujarnya.

Untuk menduduki kursi Wawali ini, Barkati harus berebut kursi dengan Arif Kurniawan yang menjabat Sekretaris Umum (Sekum) DPW PKS Kaltim.

Kendati sibuk berkecimpung di dunia politik sejak masa kuliah. Pria berkacamata itu juga diketahui pernah menjadi Supervisor PT Kiani Kertas dan memiliki usaha percetakan.

Terpilih dirinya menjadi kandidat calon Wawali menggantikan Sarwono. Diakuinya melalui pertimbangan partai yang cukup matang di internal partai.

Sehingga, dirinya pun siap bertarung merebut hati dewan di Basuki Rahmat. Sejauh ini dirinya selalu melakukan komunikasi dengan anggota dewan.

“Ya ada berkomunikasi dengan dewan. Kalau untuk pembicaraan apa itu urusan dapur kami,” terang Arif.

“Yang jelas kami pun optimis lah. Dan siap masih di pertandingan ini,” sambungnya.

Disinggung, jika nantinya tidak terpilih lewat voting. Arif bersama partai tentunya akan menerima segala keputusan dengan legowo.

“Tentunya kami tetap mendukung program yang ada meninggat kami ini salah satu partai pengusung. Tetapi harus sesuai dengan visi misi dan selaras,” ungkapnya.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.