Lek Kimin Mitra Gojek Samarinda, Belajar Dunia Digital Untuk Memenuhi Kebutuhan Keluarga

Katuju.id - Sebagai perusahaan super-app terdepan di Asia Tenggara, Gojek berkomitmen untuk mensejahterakan pekerja sektor informal dan pelaku ekonomi mikro yang tergabung dalam ekosistemnya.

Komitmen tersebut dijalankan melalui ragam inisiatif Gojek yang terfokus pada pembangunan kesejahteraan Mitra Gojek yang berkelanjutan (Sustainability) .

“Sustainability atau keberlangsungan adalah kata kunci strategi Gojek untuk menjaga kesejahteraan Mitra Gojek dan kualitas layanan kami,” kata Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Indonesia Timur, Mulawarman.

Dijelaskannya bahwa dalam menjalankan strategi untuk kesejahteraan mitra perlu didukung secara menyeluruh seperti pendapatan yang berkesinambungan, pengelolaan keuangan yang baik, serta pengembangan skill dan pengetahuan.

“Untuk mencapai ketiga hal tersebut, kami selalu memastikan agar inovasi yang dihadirkan mendukung unggulnya kualitas layanan Gojek. Tidak berhenti sampai disitu kami juga menginisiasi Bengkel Belajar Mitra (BBM) dan mengembangkan program Gojek Swadaya ini,” terangnya.

Gojek Samarinda yang dipimpin District Operation Manager Samarinda Gojek, Arif Pamungkas menghadirkan Mitra Gojek inspiratifnya dalam kunjungannya ke rekan-rekan media Samarinda.

Mitra Gojek Samarinda ini merupakan contoh mitra yang mengalami perubahan tidak hanya materi tetapi juga dalam sisi pengembangan kemampuan diri.

Sahaja Lek Kimin bagi Keluarga & Teman
Sukimin atau biasa dipanggil Lek (sebutan Paman/Om dalam bahasa Jawa) Kimin adalah salah seorang Mitra Gojek yang aktif sejak tahun 2017. Lek Kimin yang merupakan anak ke 7 dari 9 bersaudara ini sebelumnya berjualan tape singkong, buruh pikul daging di rumah pemotongan hewan dan pekerja bangunan.

Lek Kimin yang pertama kali bergabung dengan Gojek atas dorongan tetangganya ini berpikir untuk mendapatkan pekerjaan yang dapat memberikannya kesempatan untuk bertemu banyak orang dan memenuhi kebutuhan keluarganya lebih baik lagi. Akhirnya, Lek Kimin mencoba kesempatan untuk menjadi Mitra Gojek Samarinda yang saat itu sedang ada penerimaan driver. Sempat berkali-kali menghadapi kendala seperti tidak memiliki smartphone dan ‘gaptek’, tidak menyurutkan beliau untuk belajar. Di umurnya yang tidak lagi muda, ia termasuk orang yang mau menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia digital. Banyak hal lucu yang terjadi dalam proses pembelajarannya, hal ini yang menjadi bulan-bulanan becandaan rekan-rekan Mitra Gojek lainnya. Di balik itu semua terbesit rasa salut dan perhatian dari rekan-rekan lainnya atas kemauan Lek Kimin yang kuat.

Lek Kimin sangat bersahaja dengan proses pembelajarannya, hal ini yang membuatnya disukai oleh banyak rekan-rekannya.

Kehadirannya selalu menghidupkan suasana, baik dalam segala macam kondisi, susah senang.
Hal ini berbanding terbalik dengan kisahnya terdahulu, ia sangat mudah terpancing emosi dan sensitif. Sejak masuk Gojek banyak hal berubah, ia lebih banyak teman, bisa meluangkan waktu melakukan yang ia suka dan mengatur sendiri pendapatannya. Saat ini beliau bisa menghidupi keluarga dengan baik dengan melakukan pengaturan keuangan yang baik.

Dalam memastikan kesejahteraan mitra terus berjalan Gojek selalu melihat secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek pendapatan yang berkesinambungan, tapi juga dari segi pengelolaan keuangan yang baik, serta pengembangan skill d an pengetahuan.

Gojek memfasilitasi pelatihan agar mitra Gojek terampil mengelola keuangan sehingga semakin mapan dan aman secara finansial. Selain itu, Gojek ingin agar fitur Daily Income Summary yang ada dalam aplikasi mitra dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga mitra dapat melakukan pencatatan dan pengaturan keuangan dengan mudah.

“Pada prinsipnya, pemberdayaan tidak hanya berfokus pada materi tetapi juga pada keberlangsungan pendapatan dan juga pengembangan diri”, tutup Mulawarman.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.