Langkah Pemprov Kaltim Berantas Narkoba Melalui Tes Urin ASN

Katuju.id - Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan salah satu pintu masuknya peredaran narkoba dari luar negeri. Tak jarang Aparatur Sipil Negara (ASN) juga ada yang rentan, bahkan terlibat di dalamnya. Menjawab permasalahan tersebut, Gubernur dan Wagub Kaltim membuat satu program pembinaan.

Program ini dilakukan semata-mata agar seluruh ASN di lingkungan Pemprov Kaltim bebas dari penyalahgunaan narkoba. Adapun program yang dilaksankan berupa pemeriksaan urin kepada seluruh ASN.

RSJD Atma Husada Mahakam terpilih sebagai selah satu pihak oleh Pemprov Kaltim untuk melakukan tes narkoba di Kaltim. Dikatakan, Wakil Direktur Pelayanan Medik RSJD Atma Husada Mahakam, dr. Jaya Mualimin dengan melakukan tes urin akan lebih mudah menemukan ASN yang menggunakan narkoba.

"Jika ditemukan, ini sudah menjadi komitmen dari pemerintah provinsi untuk dilakukan pembinaan, dilakukan rehabilitasi," terang dr. Jaya, Selasa (5/11).

Namun, dr. Jaya menambahkan jika ada temuan ASN yang terlibat sebagai bandar atau pengedar, sudah termasuk tindakan kriminal. Maka akan ada sanksi yang lebih berat diberikan. Sedangkan untuk pengguna, RSJD Atma Husada Mahakam siap melakukan pembinaan dan rehabilitasi.

Kemudian, dalam melaksanakan tugasnya, RSJD Atma Husada Mahakam terbagi ke dalam beberapa tim, karena cakupan wilayah yang luas. Dalam satu tim terdiri dari enam sampai delapan orang. Adapun wilayah kerja tersebut adalah sebagian Samarinda, di beberapa instansi, dan kantor gubernur.

Selain itu ada juga sebagian instansi di Tenggarong, termasuk sekolah. Ada juga di Sangatta, Bontang, Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Melak, dan beberapa wilayah lainnya. Tim akan menuju ke Kabupaten Berau untuk melakukan tes urin, sebanyak empat tim ditugaskan berangkat.

Total ada 10 ribu lebih ASN di Kaltim, untuk itu dr. Jaya berharap agar ke depannya kegiatan yang dilaksanakan bisa berjalan dengan lancar. Karena setengah dari jumlah tersebut merupakan tanggung jawab RSJD Atma Husada Mahakam. Selain ASN, tenaga honorer juga akan dipertimbangkan untuk mengikuti tes narkoba.

"Amanat dari pak Wagub, nanti kemungkinan akan dibuka bagi yang honor. Jadi, selain ASN honor provinsi akan kita periksa semuanya," tutupnya.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.