Lampu Hias Taman Samarendah,Murni CSR

Katuju.id-Lampu hias menyerupai menara di Dubai Uni Emirat Arab yang sekarang dalam proses pekerjaan, akan semakin mempercantik taman Samarendah sebagai ikon baru kota Tepian. Patut diapresiasi, lampu hias ini murni dibangun tanpa APBD tapi Corporate Social Responbility perusahaan asal Banjarmasin.
“Ini murni CSR, tidak menggunakan dana APBD. Juga lampunya sebanyak 11.000 mata pun hemat. Bahkan ada ornament patung kuda disertai air mancur da nada pula pelataran tempat duduk konsep edukasi,” ungkap Walikota Samarinda Syaharie Jaang ketika meninjau menara lampu hias Taman Samarendah yang saat pengetesan lampu kondisi nyala, Sabtu (30/6) malam tadi.
Menurut Jaang, warga Samarinda sudah bisa menikmati lampu hias ini dengan gratis, bahkan warga bisa memanfaatkan fasilitas toilet yang berada di sisi kanan dan kiri mushala An Nur, termasuk tempat parkir di halaman museum Samarinda.

Disebutkan Jaang, lampu hias ini adalah kota ketiga di Indonesia setelah Bali dan Palembang, namun khusus Samarinda adalah lampu yang tertinggi. Dari informasi pekerja proyek di lokasi, tingginya mencapai 50 meter termasuk penangkal petir.
Dengan tingginya itu, sebut Jaang akan bisa dilihat dari berbagai sisi, baik dari Awang Long, Basuki Rahmat, Bhayangkara maupun kantor Discapilduk.
“Saya juga minta Pak Dadang (Kepala Disperkim) untuk memangkas pohon, supaya tidak menutupi pandangan dari sisi Awang Long,” beber Jaang didampingi Sekda Samarinda Sugeng Chairuddin, kepala Diskominfo Aji Syarif Hidayatullah, kepala Dishub Ismansyah.

Dadang Airlangga menambahkan bahwaa kawasan Taman Samarendah ini akan menjadi destinasi wisata seperti simpang lima Semarang dengaan konsep 3O. Olahraga, olahrasa dan olahrasio.“Kegiatan olahraga pagi sore, bukan hanya jogging, ada pula sepatu roda, skateboard dan BMX serta senam di museum Samarinda. Olahrasa dengan kulinernya dan olahrasio, untuk mereka yang stress dan capek bisa santai di sini. Untuk kuliner nanti bisa dikelola dari Dharma Wanita atau PKK,” ungkapnya.
Menyinggung soal jalan, Dadang menjelaskan tetap dengan paving block. Namun nanti akan diperbaiki bertahap sambil menunggu anggaran.”Yang rusak dan amblas itu kita perbaiki. Memang beda dengan di luar negeri awet karena didukung cuaca. Kalau di Samarinda ada hujan dan banjir sehingga membuat rusak,” pungkas Dadang.



Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.