Kunjungan ke Samarinda, Dubes Malaysia: Rencana Investasi dan Kembangkan Pariwisata

Katuju.id - Melanjutkan kegiatannya di Kota Samarinda, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Bakar berkunjung ke Kampung Tenun. Pukul 16.10 Wita rombongan tiba dengan pengawalan pihak kepolisian.

Datuk Zainal dan istri langsung disambut oleh Camat Samarinda Seberang dan secara simbolis diberikan  sarung Samarinda dan kalung manik. Rombongan langsung menuju Rumah Cagar Budaya Kampung Tenun yang berisi gambar-gambar motif dayak dan tenun Samarinda.

Duta Besar Malaysia saat melihat-lihat Rumah Cagar Budaya Kampung Tenun. 

Dikatakan Datuk Zainal, agenda kunjungannya ini merupakan bentul silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Pemerintah Kota Samarinda. Ini merupakan lawatan pertama Datuk Zainal ke Samarinda, turut serta hadir dalam rombongan instansi-instansi Malaysia di kedutaan.

"Bersilaturahmi, untuk melihat perkembangan sosial ekonomi yang sedang berjalan di Samarinda. Kemudian melihat peluang investasi bidang perdagangan, pariwisata, dan juga pendidikan," jelas Datuk Zainal, Selasa (19/11).

Datuk Zainal Abidin Bakar beserta istri melihat proses menenun di rumah warga.

Setelah puas berkeliling, Datuk Zainal dan rombongan kemudian menuju rumah salah satu warga yang masih aktif menenun. Beserta istri, dia tampak antusias melihat proses penenunan yang dilakukan, bahkan aktif bertanya pada ibu-ibu yang sedang menenun.

Menurutnya, melalui kunjungan ini peluang pariwisata yang dilihat seperti kebudayaan masyarakat dan sarung tenun. Ini yang kemudian akan dijadikan bahan referensi untuk mewujudkan kerja sama antara Malaysia dan Kaltim.

Sekadar informasi, rombongan telah tiba sehari sebelumnya Selasa (18/11) dan langsung berkunjung ke Desa Budaya Pampang. Dia takjup karena pengelolaan desa budaya di Kaltim bisa berjalan dengan baik, yang kemudian dijadikan bahan belajar.

"Ini yang kita pelajari, satu contoh yang baik untuk pembangunan pariwisata di Malaysia," tambahnya.

Duta Besar Malaysia dan istri ketikan mencicipi kue basah yang disedakan.

Puas melihat-lihat hasil kerajinan tangan masyarakat, tak lengkap rasanya jika tak membawa buah tangan. Datuk Zainal, istri, dan rombongan kompak membeli benerapa kerajinan dayak hingga sarung tenun Samarinda. Mereka juga dijamu dengan makanan khas daerah yaitu burongko dan bolu peca.

Hasil kunjungan ini nantinya akan dijadikan sebagai laporan kepada pemerintah Malaysia untuk mengembangkan pariwisata. Selanjutnya rombongan akan bertolak ke Balikpapan, selain itu pihaknya juga berencana untuk singgah di kawasan Ibu Kota Negara Indonesia.

"Mungkin kita bisa membagikan pengalaman untuk memindahkan Ibu Kota Kuala Lumpur. Kita bertukar pandangan tentang rencana Presiden Jokowi memindahkan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur," turtupnya.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.